Industri · IDX

Dividen AGIISamator Indo Gas

Jadwal dividen terdekat: ex-date 23 Jun 2026 (beli paling lambat 22 Jun 2026), dividen Rp 11/saham. Samator Indo Gas membagikan dividen dengan yield 0.4% dan payout ratio 60%, dengan rekam jejak 6 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
AGIISamator Indo Gas
Industri
Rp2.690 -1.47%
Update: 17 Jun 2026, 05.09 WIB
01Pergerakan harga
2.730+40.0%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: Yield 0.4% < 3%

Yield Tahunan
0.4%
Rp 11/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
60%
Sehat
Dividend Streak
6tahun
Track record dividen
Consecutive Raises
1tahun
Naik beberapa tahun
Cash Coverage
16.11×
Aman
FCF Margin
+2.1%
Positif tipis
ROIC
1.2%
Lemah
5Y Rev CAGR
+6.6%
Mature
Est. dari Rp 10jt
Rp 40.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date23 Jun 20266 hari lagi
Cum-date · batas beli22 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 11
Terakhir
Ex-date24 Jun 2025
Dividen · per tahapRp 9

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen72/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 60% vs kriteria ≤70%
Cash coverage25.0/25
FCF menutup 16.1× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi5.5/20
6 thn bayar beruntun · 1 thn naik
Neraca15.0/15
DER 1.1× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas1.7/15
ROE 2.3%
Konteks Average-Down30/100
Posisi harga16.7/50
Harga di 67% rentang 52 minggu
Stabilitas laba0.0/30
Laba YoY -44.4% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen13.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 11,42FY2025
+19.7%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 2.690
S2Rp 2.307
S1Rp 2.523
MidRp 2.877
RRp 3.093

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Overvalued
PER
96.10
Mahal
PBV
2.20
Wajar
ROE
2.3%
Lemah
DER
1.05
Wajar
Revenue YoY
+3.5%
Tumbuh tipis
Laba YoY
-44.4%
Penurunan
◷ Ex-date 6 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date AGII

Masuk gratis dan tandai ★ AGII — pengingat cum-date 22 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen AGII berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian AGII di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Industri