Perbankan · IDX

Dividen BBCABank Central Asia

Jadwal dividen terdekat: ex-date 17 Jun 2026 (beli paling lambat 15 Jun 2026), dividen Rp 20/saham. Bank Central Asia membagikan dividen dengan yield 5.4% dan payout ratio 72%, dengan rekam jejak 25 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
BBCABank Central Asia
Perbankan
Rp6.275 5.91%
Update: 17 Jun 2026, 01.03 WIB
01Pergerakan harga
6.275-23.7%
3 bulan terakhir
02DividenSOLID

Untuk naik ke Premium: Payout 72% > 70%

Yield Tahunan
5.4%
Rp 336/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
72%
Moderat
Dividend Streak
🏆 25tahun
Konsisten 20+ tahun
Consecutive Raises
5tahun
Dividend grower · aristocrat-tier
Cash Coverage
1.47×
Aman
FCF Margin
+46.3%
Cash machine
ROIC
22.9%
Sangat efisien
5Y Rev CAGR
+8.6%
Mature
Est. dari Rp 10jt
Rp 540.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date17 Jun 2026hari ini
Cum-date · batas beli15 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 20
Terakhir
Ex-date30 Mar 2026
Dividen · per tahapRp 281

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen97/100
Payout sustainable23.6/25
Payout 72% vs kriteria ≤70%
Cash coverage23.5/25
FCF menutup 1.5× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi20.0/20
25 thn bayar beruntun · 5 thn naik
Neraca15.0/15
DER 0× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas15.0/15
ROE 23%
Konteks Average-Down77/100
Posisi harga33.0/50
Harga di 34% rentang 52 minggu
Stabilitas laba24.9/30
Laba YoY 4.9% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen19.4/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 336FY2025
+25.6%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 6.275
S2Rp 5.217
S1Rp 5.458
MidRp 5.942
RRp 6.183

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Undervalued
PER
13.30
Wajar
PBV
2.74
Wajar
ROE
23.0%
Produktif
DER
0.03
Sehat
Revenue YoY
+4.8%
Tumbuh tipis
Laba YoY
+4.9%
Stabil
◷ Ex-date hari ini

Jangan lewatkan ex-date BBCA

Masuk gratis dan tandai ★ BBCA — pengingat cum-date 15 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen BBCA berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian BBCA di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Perbankan