Tambang · IDX

Dividen NICLPAM Mineral

PAM Mineral membagikan dividen dengan yield 5.7% dan payout ratio 111%, dengan rekam jejak 4 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
NICLPAM Mineral
Tambang
Rp615 -2.38%
Update: 17 Jun 2026, 05.06 WIB
01Pergerakan harga
630+244.3%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: Payout 111.2% > 80%, Coverage 0.7× < 0.8×, Streak 4 thn < 5 thn

Yield Tahunan
5.7%
Rp 36/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
111%
⚠ Tinggi · yield trap risk
Dividend Streak
4tahun
Track record dividen
Consecutive Raises
3tahun
Dividend grower · aristocrat-tier
Cash Coverage
0.68×
⚠ Bakar cash
FCF Margin
+24.1%
Cash machine
ROIC
27.5%
Sangat efisien
5Y Rev CAGR
+50.9%
Growth
Est. dari Rp 10jt
Rp 570.000/thn
Asumsi yield bertahan
Terakhir
Ex-date13 Mei 2026
Dividen · per tahapRp 6

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen29/100
Payout sustainable0.0/25
Payout 111.2% vs kriteria ≤70%
Cash coverage0.0/25
FCF menutup 0.7× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi6.0/20
4 thn bayar beruntun · 3 thn naik
Neraca7.5/15
DER tidak tersedia
Profitabilitas15.0/15
ROE 27.5%
Konteks Average-Down74/100
Posisi harga43.5/50
Harga di 13% rentang 52 minggu
Stabilitas laba28.3/30
Laba YoY 8.3% · 6/8 thn laba positif
Daya tahan dividen2.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 36FY2025
+86.1%/thn
FY2021FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 615
S2Rp 273
S1Rp 422
MidRp 668
RRp 817

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Fair Value
PER
24.80
Mahal
PBV
8.66
Mahal
ROE
27.5%
Produktif
Revenue YoY
+2.1%
Tumbuh tipis
Laba YoY
+8.3%
Stabil

Pantau dividen NICL tanpa menatap layar

Masuk gratis, tandai ★ NICL, lalu terima pengingat ex-date dan flag yield trap langsung di Telegram.

Mulai gratis →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen NICL berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian NICL di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Tambang