Energi · IDX

Dividen PTBABukit Asam

Jadwal dividen terdekat: ex-date 23 Jun 2026 (beli paling lambat 22 Jun 2026), dividen Rp 115/saham. Bukit Asam membagikan dividen dengan yield 4.4% dan payout ratio 45%, dengan rekam jejak 24 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
PTBABukit Asam
Energi
Rp2.610 -0.38%
Update: 17 Jun 2026, 03.15 WIB
01Pergerakan harga
2.620-26.0%
3 bulan terakhir
02DividenARISTOCRAT

Tier tertinggi.

Yield Tahunan
4.4%
Rp 115/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
45%
Sehat
Dividend Streak
🏆 24tahun
Konsisten 20+ tahun
Cash Coverage
1.87×
Aman
FCF Margin
+7.9%
Positif tipis
ROIC
13.6%
Wajar
5Y Rev CAGR
+19.7%
Growth
Est. dari Rp 10jt
Rp 440.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date23 Jun 20266 hari lagi
Cum-date · batas beli22 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 115
Terakhir
Ex-date23 Jun 2025
Dividen · per tahapRp 332

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen91/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 45% vs kriteria ≤70%
Cash coverage25.0/25
FCF menutup 1.9× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi15.0/20
24 thn bayar beruntun · 0 thn naik
Neraca15.0/15
DER 0.1× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas10.8/15
ROE 14.4%
Konteks Average-Down49/100
Posisi harga29.0/50
Harga di 42% rentang 52 minggu
Stabilitas laba0.0/30
Laba YoY -42.6% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen20.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 114,51FY2025
-14.4%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 2.610
S2Rp 2.440
S1Rp 2.610
MidRp 2.790
RRp 2.960

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Overvalued
PER
9.00
Sehat
PBV
1.34
Sehat
ROE
14.4%
Wajar
DER
0.12
Sehat
Revenue YoY
-0.3%
Menurun
Laba YoY
-42.6%
Penurunan
◷ Ex-date 6 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date PTBA

Masuk gratis dan tandai ★ PTBA — pengingat cum-date 22 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen PTBA berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian PTBA di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Energi