Konsumer · IDX

Dividen CEKAWilmar Cahaya Indonesia

Jadwal dividen terdekat: ex-date 23 Jun 2026 (beli paling lambat 22 Jun 2026), dividen Rp 150/saham. Wilmar Cahaya Indonesia membagikan dividen dengan yield 6.5% dan payout ratio 46%, dengan rekam jejak 10 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
CEKAWilmar Cahaya Indonesia
Konsumer
Rp2.360 1.72%
Update: 17 Jun 2026, 05.00 WIB
01Pergerakan harga
2.320+16.6%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: FCF negatif

Yield Tahunan
6.5%
Rp 150/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
46%
Sehat
Dividend Streak
10tahun
Konsisten 10+ tahun
FCF Margin
-3.4%
⚠ Bakar cash
ROIC
8.2%
Lemah
5Y Rev CAGR
+21.8%
Growth
Est. dari Rp 10jt
Rp 650.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date23 Jun 20266 hari lagi
Cum-date · batas beli22 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 150
Terakhir
Ex-date7 Jul 2025
Dividen · per tahapRp 150

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen46/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 45.9% vs kriteria ≤70%
Cash coverage0.0/25
FCF negatif — dividen tak ditutup arus kas bebas
Konsistensi7.5/20
10 thn bayar beruntun · 0 thn naik
Neraca7.5/15
DER tidak tersedia
Profitabilitas6.1/15
ROE 8.2%
Konteks Average-Down41/100
Posisi harga35.6/50
Harga di 29% rentang 52 minggu
Stabilitas laba0.0/30
Laba YoY -40.1% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen5.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 150FY2025
+6.0%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 2.360
S2Rp 2.103
S1Rp 2.177
MidRp 2.293
RRp 2.367

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Fair Value
PER
8.50
Sehat
PBV
0.71
Sehat
ROE
8.2%
Lemah
Revenue YoY
+21.6%
Tumbuh sehat
Laba YoY
-40.1%
Penurunan
◷ Ex-date 6 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date CEKA

Masuk gratis dan tandai ★ CEKA — pengingat cum-date 22 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen CEKA berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian CEKA di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Konsumer