Konsumer · IDX

Dividen DAAZDaaz Bara Lestari

Jadwal dividen terdekat: ex-date 19 Jun 2026 (beli paling lambat 18 Jun 2026), dividen Rp 39/saham. Daaz Bara Lestari membagikan dividen dengan yield 2.3% dan payout ratio 30%, dengan rekam jejak 2 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
DAAZDaaz Bara Lestari
Konsumer
Rp1.700 0.00%
Update: 17 Jun 2026, 05.06 WIB
01Pergerakan harga
1.700+54.5%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: Yield 2.3% < 3%, Streak 2 thn < 5 thn

Yield Tahunan
2.3%
Rp 39/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
30%
Sehat
Dividend Streak
2tahun
Track record dividen
Est. dari Rp 10jt
Rp 230.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date19 Jun 20262 hari lagi
Cum-date · batas beli18 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 39
Terakhir
Ex-date12 Jun 2025
Dividen · per tahapRp 125

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen53/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 29.5% vs kriteria ≤70%
Cash coverage12.5/25
Cash coverage tidak dilaporkan
Konsistensi1.5/20
2 thn bayar beruntun · 0 thn naik
Neraca13.9/15
DER 1.7× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas0.0/15
ROE 0%
Konteks Average-Down51/100
Posisi harga45.3/50
Harga di 9% rentang 52 minggu
Stabilitas laba0.0/30
Laba YoY -42.1% · 5/5 thn laba positif
Daya tahan dividen6.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 39FY2025
-68.8%/thn
FY2024FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 1.700
S2Rp 713
S1Rp 1.117
MidRp 1.753
RRp 2.157

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Overvalued
PBV
2.12
Wajar
ROE
0.0%
Lemah
DER
1.73
Wajar
Revenue YoY
+32.3%
Tumbuh sehat
Laba YoY
-42.1%
Penurunan
◷ Ex-date 2 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date DAAZ

Masuk gratis dan tandai ★ DAAZ — pengingat cum-date 18 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen DAAZ berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian DAAZ di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Konsumer