Konsumer · IDX

Dividen MKTRMenthobi Karyatama Raya

Jadwal dividen terdekat: ex-date 22 Jun 2026 (beli paling lambat 19 Jun 2026), dividen Rp 2/saham. Menthobi Karyatama Raya membagikan dividen dengan yield 1.4% dan payout ratio 41%, dengan rekam jejak 4 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
MKTRMenthobi Karyatama Raya
Konsumer
Rp124 -3.88%
Update: 17 Jun 2026, 05.07 WIB
01Pergerakan harga
129-5.8%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: Yield 1.4% < 3%, Streak 4 thn < 5 thn

Yield Tahunan
1.4%
Rp 2/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
41%
Sehat
Dividend Streak
4tahun
Track record dividen
Consecutive Raises
2tahun
Naik beberapa tahun
Cash Coverage
7.09×
Aman
FCF Margin
+6.8%
Positif tipis
ROIC
4.4%
Lemah
5Y Rev CAGR
+40.5%
Growth
Est. dari Rp 10jt
Rp 140.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date22 Jun 20265 hari lagi
Cum-date · batas beli19 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 2
Terakhir
Ex-date14 Mei 2025
Dividen · per tahapRp 2

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen77/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 40.9% vs kriteria ≤70%
Cash coverage25.0/25
FCF menutup 7.1× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi5.0/20
4 thn bayar beruntun · 2 thn naik
Neraca15.0/15
DER 1.1× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas6.6/15
ROE 8.8%
Konteks Average-Down72/100
Posisi harga34.1/50
Harga di 32% rentang 52 minggu
Stabilitas laba25.5/30
Laba YoY 5.5% · 5/7 thn laba positif
Daya tahan dividen12.0/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 1,86FY2025
+23.0%/thn
FY2022FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 124
S2Rp 112
S1Rp 118
MidRp 127
RRp 133

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Overvalued
PER
26.90
Mahal
PBV
2.31
Wajar
ROE
8.8%
Lemah
DER
1.06
Wajar
Revenue YoY
+23.8%
Tumbuh sehat
Laba YoY
+5.5%
Stabil
◷ Ex-date 5 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date MKTR

Masuk gratis dan tandai ★ MKTR — pengingat cum-date 19 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen MKTR berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian MKTR di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Konsumer