Properti · IDX

Dividen SMRASummarecon Agung

Jadwal dividen terdekat: ex-date 23 Jun 2026 (beli paling lambat 22 Jun 2026), dividen Rp 5/saham. Summarecon Agung membagikan dividen dengan yield 1.6% dan payout ratio 11%, dengan rekam jejak 5 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
SMRASummarecon Agung
Properti
Rp304 -1.30%
Update: 17 Jun 2026, 05.04 WIB
01Pergerakan harga
308-47.4%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: Yield 1.6% < 3%

Yield Tahunan
1.6%
Rp 5/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
11%
Sehat
Dividend Streak
5tahun
Track record dividen
Cash Coverage
8.57×
Aman
FCF Margin
-23.0%
⚠ Bakar cash
ROIC
4.4%
Lemah
5Y Rev CAGR
+11.8%
Growth
Est. dari Rp 10jt
Rp 160.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date23 Jun 20266 hari lagi
Cum-date · batas beli22 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 5
Terakhir
Ex-date23 Jun 2025
Dividen · per tahapRp 9

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen74/100
Payout sustainable25.0/25
Payout 10.8% vs kriteria ≤70%
Cash coverage25.0/25
FCF menutup 8.6× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi3.8/20
5 thn bayar beruntun · 0 thn naik
Neraca15.0/15
DER 1.2× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas4.7/15
ROE 6.2%
Konteks Average-Down52/100
Posisi harga39.3/50
Harga di 21% rentang 52 minggu
Stabilitas laba0.0/30
Laba YoY -44.2% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen12.5/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 5FY2025
+0.5%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 304
S2Rp 249
S1Rp 267
MidRp 299
RRp 317

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Fair Value
PER
7.00
Sehat
PBV
0.43
Sehat
ROE
6.2%
Lemah
DER
1.21
Wajar
Revenue YoY
-17.5%
Menurun
Laba YoY
-44.2%
Penurunan
◷ Ex-date 6 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date SMRA

Masuk gratis dan tandai ★ SMRA — pengingat cum-date 22 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen SMRA berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian SMRA di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Properti