Properti · IDX

Dividen TBIGTower Bersama Infrastructure

Jadwal dividen terdekat: ex-date 19 Jun 2026 (beli paling lambat 18 Jun 2026), dividen Rp 47/saham. Tower Bersama Infrastructure membagikan dividen dengan yield 3.4% dan payout ratio 74%, dengan rekam jejak 11 tahun berturut-turut membayar dividen. Di bawah ini: skor daya tahan dividennya (dengan dasar hitung yang terbuka), timeline ex-date, dan fundamental lengkapnya.

Baru di saham? Pelajari cara baca halaman ini →
TBIGTower Bersama Infrastructure
Properti
Rp1.410 2.55%
Update: 17 Jun 2026, 05.07 WIB
01Pergerakan harga
1.375-37.2%
3 bulan terakhir
02DividenWATCH

Untuk naik ke Solid: DER 2.3× > 2×

Yield Tahunan
3.4%
Rp 47/saham · tahun buku terakhir
Payout Ratio
74%
Moderat
Dividend Streak
11tahun
Konsisten 10+ tahun
Cash Coverage
7.98×
Aman
FCF Margin
+17.6%
Cash machine
ROIC
4.6%
Lemah
5Y Rev CAGR
+5.3%
Mature
Est. dari Rp 10jt
Rp 340.000/thn
Asumsi yield bertahan
Berikutnya
◷ Ex-date19 Jun 20262 hari lagi
Cum-date · batas beli18 Jun 2026
Dividen · per tahapRp 47
Terakhir
Ex-date19 Jun 2025
Dividen · per tahapRp 24

Yield tahunan di atas sudah menjumlahkan seluruh pembagian 12 bulan terakhir; nominal di sini hanya satu tahap. Cum-date = hari terakhir beli untuk dapat dividen. Jadwal ex-date: TradingView & pasardana.id.

Skor kualitas dividen · standar Premium
Kualitas Dividen76/100
Payout sustainable22.3/25
Payout 73.8% vs kriteria ≤70%
Cash coverage25.0/25
FCF menutup 8× dividen vs kriteria ≥1×
Konsistensi8.3/20
11 thn bayar beruntun · 0 thn naik
Neraca10.9/15
DER 2.3× vs kriteria ≤1.5×
Profitabilitas9.2/15
ROE 12.3%
Konteks Average-Down85/100
Posisi harga44.5/50
Harga di 11% rentang 52 minggu
Stabilitas laba24.8/30
Laba YoY 4.8% · 8/8 thn laba positif
Daya tahan dividen15.5/20
Coverage + streak
Riwayat DPS (per tahun)
Rp 47FY2025
+7.8%/thn
FY2018FY2025

Informasi dan skor di aplikasi ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Ini bukan rekomendasi, saran, atau ajakan untuk membeli atau menjual efek. Seluruh keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Kami bukan penasihat investasi berlisensi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

03Level Teknikal · Pivot Bulanan
Rp 1.410
S2Rp 962
S1Rp 1.243
MidRp 1.502
RRp 1.783

Level support/resistance objektif dari pivot bulanan (Classic), sebagai referensi posisi harga — bukan ajakan transaksi.

04Fundamental · Overvalued
PER
21.60
Mahal
PBV
2.54
Wajar
ROE
12.3%
Wajar
DER
2.33
Risiko
Revenue YoY
+0.6%
Tumbuh tipis
Laba YoY
+4.8%
Stabil
◷ Ex-date 2 hari lagi

Jangan lewatkan ex-date TBIG

Masuk gratis dan tandai ★ TBIG — pengingat cum-date 18 Jun 2026 (hari terakhir beli) dan flag yield trap mendarat langsung di Telegram-mu.

Aktifkan pengingat →

Memahami angka-angka di halaman ini

Apa itu ex-date (dan cum-date)?

Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dengan hak dividen; mulai ex-date (hari bursa berikutnya), pembelian baru tidak lagi kebagian dividen periode itu. Jadi kalau kamu ingin dividen TBIG berikutnya, kamu harus sudah memegang sahamnya sebelum ex-date. Harga saham biasanya terkoreksi sebesar kira-kira nilai dividennya tepat di ex-date — itu normal, bukan anomali.

Kenapa payout ratio penting?

Payout ratio = porsi laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout 50% artinya separuh laba dibagi, separuh ditahan untuk tumbuh. Di bawah ~60% umumnya sehat; di atas 80% patut diwaspadai — sekali laba turun, dividennya ikut terancam karena tidak ada ruang penyangga.

Apa itu yield trap?

Yield yang terlihat tinggi (misalnya di atas 9%) kadang bukan rezeki, tapi gejala: harga sahamnya jatuh karena pasar meragukan kelangsungan bisnisnya — pembaginya mengecil, yield-nya membengkak. Pantau Saham menandai kombinasi berbahayanya secara otomatis: yield tinggi plus payout berlebihan, arus kas yang tak menutup dividen, atau laba yang menurun.

Cara membaca skor & vonis di halaman ini

Setiap angka penilaian TBIG di atas menunjukkan dasar hitungnya — skor daya tahan dividen dibedah per komponen (payout, arus kas, rekam jejak, neraca), dan vonis valuasi (Murah · Wajar · Mahal) ditakar per sektor, karena PBV bank tidak bisa disamakan dengan PBV emiten energi. Pakai ini sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir: selalu cek laporan keuangan resminya. Ini alat baca data, bukan ajakan beli.

Saham dividen lain di sektor Properti